Sharing dari The Blogger
November 28, 2007
Saudara-saudara, blog ini dibuat dilatarbelakangi oleh sebuah peristiwa yang menimpa keluarga saya. Pada tahun 1999 saya mengalami masalah finansial keluarga. Masalah tersebut begitu berat dengan hutang yang banyak sehingga untuk memenuhi kebutuhan bulanan kami harus gali lobang tutup lobang.
Masalah itu bermula dari ketika saya belajar berbisnis sampingan dengan modal hutang. Ilmu tentang bisnis yang masih sangat sedikit, pengalaman yang belum cukup, pengelolaan dipegang orang lain yang tidak kompeten, dan keterlibatan saya yang begitu rendah karena memang waktu saya (Senin hingga Jum’at) habis untuk bekerja di sebuah BUMN. Akibatnya kinerja perusahaan tidak seperti yang diharapkan. Pendek cerita, akibat dari semua itu bisnis kami bangkrut, dengan tetap meninggalkan hutang yang cukup besar untuk ukuran saya.
Sejak saat itu hidup kami menjadi begitu berat hingga untuk memenuhi kebutuhan bulanan kami harus gali lobang tutup lobang. Kejadian itu membuat saya merasa dipanggil Allah untuk segera mendekat agar tidak makin jauh dariNya. Kemudian saya memperbanyak istighfar, instropeksi dan terus berdo’a “Ya Allah mudahkanlah hidup kami, ajarilah kami mengelola finansial keluarga”. Begitu terus kami lantunkan dalam suasana sulit yang terus melilit.
Keadaan itu tidak kemudian menjadi baik, akan tetapi bahkan diperparah lagi dengan kejadian mobil saya terbakar, dan untuk memperbaikinya membutuhkan biaya cukup besar. Akhirnya mobil kami tukar dengan mobil yang jauh lebih tua usianya, harganya separo dari mubil kami semula, sering mogok lagi. Kejadian ini tidak membuat putus asa, saya merasa Allah sedang menguji apakah saya tetap mendekat padaNya atau putus asa dari rahmatNya.
Hidup kami makin religius, rajin menghadiri kajian-kajian agama, belajar bahasa ‘arab, dan banyak lagi kegiatan kerohanian kami tekuni. Suasana itu sangat menghibur kami meskipun secara ekonomi masih sulit. Hal itu berlangsung selama kurang-lebih empat tahun. Hingga suatu ketika terbesit dalam hatiku untuk berangkat haji.
Suatu angan-angan yang aneh dimana hutang yang masih begitu banyak, dengan kondisi bulanan gali lobang tutup lobang, tapi punya keinginan berangkat haji yang tentu saja memerlukan biaya yang besar. Saya juga tidak mengerti, saya hanya ingin berangkat haji, ingiin sekali. Saya sangat rindu sekali melihat Ka’bah, sangat rindu seperti seolah sudah pernah melihatnya dan ingin melihatnya lagi.
Kerinduan saya begitu besar sehingga saya sering menangis kepada Allah dan berdoa untuk diberangkatkanNya ke Baitullah. Doa saya juga agak aneh “Ya Allah sungguh saya ingin sekali berangkat ke tanah suci, maka berangkatkanlah saya tapi lunaskanlah hutang saya dahulu ya Allah, sungguh Egkau berkuasa atas segala sesuatu (semua itu mudah bagiMu)”.
Ahirnya, saya juga tidak pernah menduga, berbagai kejadian berlangsung yang kemudian menyebabkan saya banyak rizki. Tugas training ke luar negeri, dapat uang ini dan itu. Pendeknya kemudian hutangku lunas dan bulan Desember 2003 alhamdulillah saya berangkat haji ke Makkatul Mukarromah & ziarah ke madinatul Munawwaroh.
Subhanallah pulang haji saya naik jabatan di kantor, kemudian menyusul beberapa jabatan di luar kantor ditawarkan. Sejak itu hidupku menjadi sangat mudah secara finansial. Kemudian saya juga bisa meneruskan S2 atas biaya sendiri. Saya ingin belajar ekonomi dan mengambil Magister Manajemen konsentrasi Marketing. Dengan harapan setelah lulus nanti saya bisa membuat bisnis dan pintar menjual serta bisa membagikan ilmu kepada yang membutuhkan agar tidak mengalami masalah seperti saya.
Alhamdulillah bulan april 2006 kami diwisuda dan memperoleh predikat lulusan terbaik untuk konsentrasi Marketing.
Finansial kami terus membaik, setiap bulan saya sisihkan sebagian penghasilan untuk membeli buku, CD, menghadiri seminar, mengikuti komunitas-komunitas bisnis dan motivasi seperti Entrepreneur University, Greenleave, dll. Tujuannya adalah agar kami bisa memperoleh informasi dan pengetahuan sebanyak mungkin dan kemudian bisa berbagi kepada saudara-saudara kami agar tidak mengalami problema financial seperti saya.
Nama-nama seperti Aa Gym, Syafii Antonio, Tung Dessem Waringnin, James Gui, Rheinald Kasali, Hermawan Karta Jaya, Andre Wongso, Anthony Dio Marthin, FX Cokro Hadi. Disamping itu nama-nama seperti Anthony Robin, Phillip Kotler, Michael Potter, Jeffrey J. Fox, juga sederet nama lainnya adalah orang-orang yang cukup memberikan warna kepada saya tentang pemahaman financial dan bisnis melalui seminar atau buku-buku mereka, disamping secara akademik yang telah saya peroleh di bangku S2.
Ahirnya kami mulai membagikan apa yang telah kami pelajari, kepada saudara-saudara yang membutuhkan, menjadi konsultan bisnis beberapa perusahaan kecil, dan terus akan mengembangkan manfaat disela-sela kesibukan saya di kantor sebagai Internal Auditor dan spesialis Quality & Change Management serta sebagai Pengurus Bidang Bisnis di sebuah Koperasi Karyawan BUMN.
Kami memang bukan orang hebat, akan tetapi keinginan kami untuk berbagi mengalahkan perasaan tentang kekurangan yang kami miliki. Sesedikit apapun yang telah kami pelajari, kami ingin bagikan kepada para pembaca melalui blog ini.
Jumala
Karyawan sebuah BUMN, sbg spesialis Quality & Change Management.
Pendidikan: Magister Manajemen.
Involvement:
- Th97 PT. MGTI Semarang, sbg Project Manager Netw.Transf.
- Th07 KOMUT di PT MSH2000, sebuah perush Outsourcing dg 350kary.
- Th06 sd sekarang Pengurus Bid.Bisnis KopKar.
Other activities:
- Motivator bagi saudara2 yg kurang beruntung.
- Mentor/konsultan perusahaan2 kecil, aktif di yayasan sosial.
Kontak:
Email: jumala@plasa.com
Entry Filed under: Motivation Sharing. .
Leave a Comment
Some HTML allowed:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>
Trackback this post | Subscribe to the comments via RSS Feed